Wednesday, October 9, 2024

Bisnis Berkah

Banyak tulisan dan artikel yang mengupas tentang konsep bisnis, etika bisnis, dan manajemen bisnis dalam Alquran. Namun, tidak banyak yang secara spesifik mengupas tentang bagaimana bisnis berkah itu diperoleh. Sehingga, banyak yang bertanya-tanya, apa sih bisnis berkah itu? Bagaimana mendapatkanya? Dan, dengan cara apa? 

Harus diakui, aktivitas bisnis adalah sebuah keniscayaan. Bisnis selalu berpengaruh besar dalam kehidupan ekonomi, sosial, dan politik sepanjang sejarah peradaban umat manusia. Padahal, bisnis hanya satu dari banyak sumber rezeki. Namun, dari bisnis inilah kita bisa berharap ekonomi umat makin kuat.

Nah, ekonomi umat kuat bisa dilihat dari ekonomi keluarga mapan. Keluarga yang mapan itu keluarga yang sumber rezekinya dipenuhi keberkahan. Rezeki bisa dari pemasukan gaji bulanan juga bisa dari pendapatan bisnis setiap harinya. Semuanya baik dan benar asal sumber dan cara mendapatkannya juga tepat dan halal. Inilah yang membedakan bisnis itu berkah atau tidaknya. 

Islam menetapkan kerja sebagai kewajiban yang harus dilaksanakan oleh setiap orang sesuai dengan kapasitas dan kemampuan. Bukan hanya sebatas itu, Islam juga telah mengangkat kerja pada level ”wajib” dengan menyebutkan kerja itu secara konsisten sebanyak 50 kali dalam Alquran yang digandengkan dengan iman.

Seperti ayat: “alladzina amanu wa ‘amilu al-shalihat”. Karena, adanya penekanan terhadap amal (kerja) inilah yang membuat Islam disebut sebagai agama aksi, bukan agama kata.

Hubungan antara iman dan kerja itu sama dengan hubungan antara akar dan pohon. Yang salah satunya tidak mungkin bisa eksis tanpa adanya yang lain. Islam tidak mengakui bahkan menolak keimanan yang tidak membuahkan kerja yang baik.

Di sisi lain, pandangan Islam terhadap kerja dan bisnis bisa dilihat di antaranya dari ayat-ayat Alquran berikut ini: (QS at-Taubah: 105); (QS Fushshilat: 46); (QS al-Baqarah: 198); (QS an-Nisa’: 29); (QS al-Jumu’ ah: 10-11); dan (QS al-An’ aam: 132).

Karena itu, sebaik-baik pekerjaan adalah yang menghasilkan rezeki yang mengandung nilai keberkahan. Maka, jangan hanya mengejar banyaknya rezeki, tetapi kejar berkahnya rezeki. Bukan banyaknya rezeki yang membuat cukup. Kecukupan berkait soal keberkahan.

Ketika rezeki dari bisnis berkah, banyak atau sedikit menjadi lapang. Namun, ketika berkah hilang, banyak atau sedikit pendapatan bisnisnya bisa berujung pada kesempitan hidup.

Karena, hakikat makna berkah adalah bertambahnya kebaikan. Jadi, tips sederhana mendiagnosis apakah bisnis itu berkah atau tidak, yaitu dengan melihat hasil bisnis tersebut apakah mendatangkan kebaikan demi kebaikan, ketenangan, kedamaian, dan kerukunan atau sebaliknya malah semakin menambah keburukan, kecemasan, dan kerakusan hingga menjauhkan dirinya dari Allah, Sang Pemilik Rezeki.

Wallahu a’lam.


Tuesday, June 27, 2023

Idul Adha

*RENUNGAN KECIL DIHARI ARAFAH*


Hari ini, berjuta kaum muslimin dari berbagai penjuru dunia begerak bersama menuju padang Arafah, untuk melaksanakan puncak prosesi ibadah Haji...! ‎ 

Haji adalah Arafah... ‎ 

Arafah adalah Hari Perenungan... 

Sebuah perenungan tentang Sang Khalik...  

Sebuah perenungan tentang untuk apa kita diciptakan...  

Arafah adalah sebuah potret kecil tentang Mahsyar...  

Mahsyar adalah sebuah hari dimana manusia akan ditimbang kadar haq dan batil dalam dirinya...  

Mahsyar adalah sebuah hari yang sangat terik yang tidak ada penghalang atasnya...  

Mahsyar adalah sebuah hari yang mencekam dimana manusia ditimpa resah dan gelisah...  

Kegelisahan yang teramat sangat, 
karena Mahsyar adalah hari penantian tentang nasib manusia apakah ia akan masuk surga atau neraka...  

Mahsyar adalah sebuah hari penyesalan...  

Sebuah penyesalan karena manusia telah lalai menunaikan dharma untuk apa ia dicipta...  

Sebuah penyesalan karena manusia lalai untuk beramal shaleh semasa hidup di alam dunia...  

Sedemikian dahsyatnya Mahsyar,  
hingga manusia kelak akan mencari perlindungan walau hanya pada sebutir kurma yang pernah ia sedekahkan...  

Maka, beruntunglah mereka yang Allah beri naungan dari dahsyatnya alam Mahsyar...  ‎ 

Mereka adalah pemimpin yang amanah dan adil...  

Para pemuda yang hatinya tertambat kepada masjid...  

Manusia yang saling mencintai karena Allah...  

Manusia yang bersedekah dengan tangan kanannya tanpa harus diketahui oleh tangan kirinya...  

Manusia yang menolak perbuatan keji karena takut akan Tuhannya...  

Manusia yang tekun ibadahnya seraya berlinang air mata ketika ia berdzikir semata karena takut akan Tuhannya...  


Selamat Hari Arafah saudara-riku tercinta...  

Semoga Allah mengampuni kehinaan dan kebodohan kita...  

Semoga Allah selalu menjadikan kita orang yang rendah hati di setiap langkah kaki di bumi ini...  

Semoga Allah meneguhkan iman dan Islam kita... 

Mengganti tangisan kita dengan senyuman...  

Luka derita dengan kebahagiaan...  

Penyakit dengan kesehatan...

Kesempitan rezeki dengan kelapangan...  

Kesesatan dengan petunjuk...  

Kesulitan dengan kemudahan... ‎

Keputusasaan dengan harapan..  

Ya Allah... 
tiada henti air mata ini mengalir memohon kasih dan cintaMu... 

Wednesday, May 31, 2023

Visi Aktualisasi Pancasila

Tulisan yang Menarik untuk disimak dari Yudi Latif:

Visi-Aktualisasi Pancasila 
Yudi Latif

Indonesia ibarat kapal besar yang limbung; terperangkap dalam pusaran gelombang hari ini; tanpa jangkar kuat ke masa lalu, tanpa arah jelas ke masa depan.

Untuk mengeluarkan bahtera dari situasi limbung, sebuah negara memerlukan strategi untuk membangun hubungan yang proporsional antara tujuan (ends) dan sarana (means), antara aspirasi dan kababilitas. John Lewis Gaddis dalam On Grand Strategy (2018), melukiskan dua tipe kepemimpinan yang kerap muncul di sepanjang perlintasan yang mengbungkan kedua titik (tujuan dan sarana) itu: tipe landak (hedgehogs) dan tipe rubah (foxes). 

Tipe pertama bertindak lurus dengan menghubungkan segala sesuatu dengan visi sentral, yang memberi arah ke mana harus menuju. Tipe kedua bertindak tak menentu, mengikuti kepekaan penciumannya yang bisa mengarah ke berbagai tujuan yang tak saling berhubungan bahkan mungkin kontradiktif.

Tipe pertama bisa memberi arah ke mana bangsa harus melangkah, akan tetapi acapkali tak bisa mendeteksi bahwa di sepanjang perlintasan visi itu ada banyak ranjau, lobang dan rawa yang harus dihindari agar bisa sampai tujuan. Digerakkan oleh dorongan intuitif, tipe ini juga bisa kurang realistis bahwa aspirasi itu bersifat tak terbatas (infinite), sedang sarana dan kapabilitas itu selalu besifat terbatas (finite). Tipe kedua bisa memberi kepekaan terhadap potensi ancaman dan perubahan yang bersifat sinkronis, akan tetapi bisa melupakan visi besar kemana pergerakan harus menuju. Digerakkan oleh rasionalitas situasional, tipe ini lebih tertarik merespon problem ad-hoc tanpa kesanggupan menghubungkannya dengan tujuan.

Sebuah strategi yang tepat harus mampu merekonsialiasikan kontradiksi antara dua tipe kepemimpinan tersebut. Kita harus bisa mengambil sisi-sisi positif dari kedua karakter itu. Kita perlu keajegan visi landak, yang  memberi prinsip dan haluan direktif berjangka panjang; tanpa kehilangan fleksibilitas rubah, yang bisa senantiasa merespon ancaman dan perkembangan yang terus berubah. Sebaliknya, dalam mengerahkan sarana dan kapabilitas untuk menghadapi masalah-masalah temporer, kita tak melupakan gerak kembali ke jalan visi yang lebih permanen.

Krisis Kepemimpinan
Krisis kepemimpinan negara Indonesia hari ini bukan disebabkan kontradiksi antara tipe landak dan tipe rubah, melainkan karena (nyaris) kehilangan keduanya. Kita tidak memiliki keajegan visi sebagai haluan direktif, saat yang sama seperti kehilangan sense of crisis untuk bisa merepons tantangan-tantangan segera. Para pemimpin politik terperangkap dalam pusaran gelombang huru hara hari ini; terus berayun dari satu isu ke isu yang lain, tanpa sungguh-sungguh mengatasi masalah yang muncul. 

Mengapa hal itu terjadi? Karena kita tidak bisa belajar dari sisi-sisi baik masa lalu.  Bahwa masa lalu itu sesungguhnya tak pernah sepenuhnya terang dan tak pernah sepenuhnya gelap. Kita harus bisa mempertahankan yang terang dan menyingkirkan yang gelap.  Akan tetapi, dalam bayangan arus besar bangsa Indonesia, masa lalu itu senantiasa membersitkan ingatan pedih yang tak bisa dilampau, dengan risiko mengulanginya.

Sebuah bangsa yang tidak bisa melihat sisi-sisi terang dari masa lalu tidak memiliki jangkar untuk menambatkan visi masa depan. Memang benar, tak ada seorang pun yang bisa mengantisipasi segala sesuatu yang mungkin terjadi di masa depan. Akan tetapi, memprediksi kemungkinan yang terjadi di masa depan lebih baik daripada tidak mempersiapkannya sama sekali. Untuk itu, pengetahuan tentang masa lalu dapat membantu memahami masa depan. Tanpa menyadari masa lalu, perjalanan ke depan ibarat memasuki lorong sunyi kekelaman. Amnesia merupakan kemalangan ketidaktahuan dalam kesunyian. 

Akan tetapi pengalaman masa lalu dan kemungkinan mengekstrapolasikannya ke masa depan adalah suatu penziarahan kompleksitas tak bertepi. Maka, kepemimpinan, sebagaimana diingatkan oleh Sun Tzu, harus mampu melihat simplisitas dalam kompleksitas. Dari kompleksitas pengalaman masa lalu, pemimpin harus bisa menemukan prinsip-prinsip utamanya, yang dengan itu, perjalanan ke masa depan memilik tambatan; kompas untuk mengarungi kegelapan. Dalam kaitan ini, Sun Tzu memberi contoh: dari sekian banyak kemungkinan melodi musik, secara prinsip bermula dari lima not (pentatonik); dari sekian banyak kemungkinan mosaik warna, secara prinsip bisa dikembalikan ke lima warna dasar; dari sekian banyak kemungkinan citarasa, secara prinsip bisa ditarik ke lima rasa dasar. Lima adalah dasar simplisitas dari kompleksitas pengalaman. Lima prinsip itu bisa menjadi check list untuk mengantisipasi masa depan.

Prinsip-prinsip tidak bisa dipungut sembarangan, melainkan harus disuling dari pengalaman hidup bersama di masa lalu. Itu sebabnya, mengapa prinsip dan tata kelola negara tidak bisa sekadar dikopi paste dari pengalaman bangsa lain. Pada musim semi tahun 1990, sekitar dua lusin ahli konstitusi, hukum dan hakim dari dunia Barat berkumpul di Praha dalam rangka membantu pembuatan draft konstitusi baru bagi negara-negara Eropa Timur dengan memasukan nilai-nilai dan tata kelola yang berlaku di dunia Barat. Akan tetapi, tanpa pemahaman terhadap kompleksitas struktur sosial dan pengalaman belajar sosial dari masyarakat yang bersangkutan, instalasi tata kelola baru itu terbukti tidak berjalan seperti yang diharapkan. 

Berdasarkan pengalaman tersebut Clayton M. Christenson (2019) menyimpulkan bahwa “Institusi sosial itu merefleksikan nilai masyarakat yang bersangkutan. Maka dari itu, membangun institusi yang kuat tidaklah sesederhana “mengekspor” apa yang bisa berjalan di suatu tempat ke tempat lain.” Dengan kata lain, menemukan prinsip sebagai tambatan visi ke depan, harus merupakan intisari dari budaya masyarakat. Budaya dalam pengertian ini, sebagaimana didefiniskan oleh profesor MIT, Edgar Schein (1988), adalah: “Cara bekerja sama menuju tujuan bersama yang telah terbukti berhasil dan diikuti secara berulang oleh masyarakat, yang membuat banyak orang bahkan tidak terpikir untuk mencoba cara lain.”  

Setelah melalui pengkajian dan pembelajaran lintas-kultural dan lintas-zaman, para pendiri bangsa tiba pada kesimpulan, bahwa prinsip dasar sebagai tambatan visi bangsa Indonesia, yang muncul sebagai refleksi budaya yang telah terbukti efektif dalam mengarungi kehidupan bersama itu terkristalisasi dalam Pancasila. Yang pada dasarnya, prinsip Pancasila sendiri tumbuh di atas landasan budaya gotong-royong.

Budaya gotong-royong dijadikan tambatan visi ke depan sebagai usaha mengatasi kompleksitas persoalan dalam suatu bangsa majemuk dengan aneka nilai dan konflik kepentingan. Dalam pandangan Soekarno, “Gotong-royong adalah faham yang dinamis, lebih dinamis dari ‘kekeluargaan’....Gotong-royong adalah pembanting tulang bersama pemerasan keringat bersama, perjuangan bantu-binantu bersama. Amal semua buat kepentingan semua, keringat semua buat kebahagiaan semua.” Semangat kekeluargaan yang bersifat statis, cenderung mengarahkan welas-asih (altruisme) pada sesama anggota keluarga atau golongan sendiri. Sedang semangat gotong-royong yang bersifat dinamis, lebih memiliki kesanggupan untuk mengarahkan altruisme pada sesama warga sekalipun dari golongan yang berbeda.

Gotong-royong adalah level tertinggi dari proses adaptasi manusia dalam mengarungi tantangan seleksi alam kehidupan, dari makhluk individu dengan kecenderungan simpanse (yang bersifat selfish) menjadi makhluk sosial dengan kecenderungan lebah (yang bersifat groupish).  Semangat gotong-royong itu adalah semangat kooperatif, kolaboratif: senasib-sepenanggungan; berat sama dipikul, ringan sama dijinjing; bukan yang satu untung, yang lain buntung.  

Ketuhanan menurut alam Pancasila hendaknya dikembangkan dengan jiwa gotong-royong (ketuhanan yang berkebudayaan, yang lapang dan toleran); bukan ketuhanan yang saling menyerang dan mengucilkan. Kemanusian universalnya harus berjiwa gotong-royong (yang berkeadilan dan berkeadaban); bukan pergaulan kemanusiaan yang menjajah dan eksploitatif. Persatuan kebangsaannya harus berjiwa gotong-royong (mengupayakan persatuan dengan tetap menghargai perbedaan, “bhineka tunggal ika”); bukan kebangsaan yang meniadakan perbedaan atau pun menolak persatuan. Demokrasinya harus berjiwa gotong-royong (mengembangkan musyawarah mufakat); bukan demokrasi yang didikte oleh suara mayoritas atau minoritas elit penguasa-pemodal. Prinsip keadilannya harus berjiwa gotong-royong (mengembangkan partisipasi dan emansipasi di bidang ekonomi dengan semangat tolong-menolong/kooperatif); bukan visi kesejahteraan yang berbasis individualisme-kapitalisme; bukan pula yang mengekang kebebasan individu seperti dalam sistem etatisme. 

Dengan budaya gotong-royong, visi Pancasila diarahkan untuk mewujudkan prikehidupan bangsa yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur. Dan untuk itu,  Pancasila telah mengantisipasi perlunya mengembangkan hubungan yang proporsional antara tujuan dan sarana, antara aspirasi dan kapabilitas. Bahwa visi tersebut tak akan bisa dicapai kecuali menghendaki pembudayaan Pancasila dalam ranah “mental-spiritual” (tata nilai), “institusional-politikal” (tata kelola) dan “material-tekonologikal” (tata sejahtera). 

Tata nilai Pancasila diarahkan untuk menjadikan bangsa yang berkepribadian (berkarakter) dengan nilai utamanya berlandaskan sila pertama, kedua, dan ketiga. Bahwa kehendak untuk bersatu dan harmoni dalam perbedaan bisa diraih manakala kita mampu mengembangkan hubungan welas asih dengan “Yang Mahasuci”, yang memancarkan semangat ketuhanan yang berkebudayaan, lapang dan toleran; welas asih dengan sesama manusia, yang memancarkan semangat kemanusiaan yang adil dan beradab; welas asih dalam hubungan manusia dengan ruang hidup (tanah air) dan pergaulan hidupnya (kebangsaan), yang memancarkan semangat persatuan dalam keragaman bangsa. Dengan spirit Ketuhanan, kemanusiaan dan persatuan, dikembangkan daya-daya spiritualitas dalam sosiabilitas yang berperikemanusiaan, egaliter, mandiri, amanah (berintegritas), beretos kerja yang positif dan kreatif, serta sanggup menjalin persatuan dengan semangat pelayanan (pengorbanan). Agen utama tata nilai ini adalah komunitas. 

Tata kelola sosial-politik Pancasila diarahkan untuk menjadi bangsa yang berdaulat dengan nilai utamanya berlandaskan sila keempat. Bahwa tatanan sosial-politik hendak dibangun melalui mekanisme demokrasi yang bercita kerakyatan, cita permusyawaratan dan cita hikmat-kebijaksanaan dalam suatu rancang bangun institusi-institusi demokrasi yang dapat memperkuat persatuan (negara persatuan) dan keadilan sosial (negara kesejahteraan); yang termanifestasi dalam kehadiran pemerintahan negara yang melindungi segenep bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemedekaan, perdamaian dan keadilan. Agen utama tata kelola ini adalah apartur negara.

Tata sejahtera Pancasila dirahkan untuk menjadi bangsa yang mandiri dan berkesejahteraan umum dengan nilai utamanya berladaskan sila kelima. Bahwa kemandirian dan kesejahteraan umum hendak diraih dengan mengupayakan perekonomian merdeka; berlandaskan usaha tolong-menolong (semangat koperatif), disertai pengusaan negara atas “karunia kekayaan bersama” (commonwealth) serta atas cabang-cabang produksi yang penting dan yang menguasasi hajat hidup orang banyak; seraya memberi nilai tambah atas karunia yang terberikan dengan input pengetahuan dan teknologi. Agen utama tata sejahtera ini adalah dunia usaha.

Defisit Kapabilitas
Kelahiran Orde Reformasi memberi peluang keberangkatan menuju dunia baru. Sayang, dalam kedatangan momen keemasan itu, yang banyak muncul bukanlah para pemimpin bisa memadukan visi landak dan kapabilitas responsif rubah. Yang banyak berkerumun adalah laron-laron yang terus berpindah dari satu isu ke isu yang lain. Kebebasan sebagai negative right (“bebas dari”) mengalami  musim semi. Namun, kebebasan sebagai Positive right (“bebas untuk”) mengalami musim paceklik. Kita mengalami defisit kapabilitas dalam mengunakan kebebasan itu untuk mewujudkan visi Republik. 

Berbagai bentuk pilihan dan kebijakan publik tidak menggunakan asas-asas nalar publik yang sehat. Kebijakan dan pilihan politik dengan nalar publik yang sehat setidaknya harus memenuhi empat prinsip utama suatu politik yang responsif: prinsip kemasukakalan, efisiensi, keadilan dan kebebasan. Dengan keempat prinsip ini, politik yang responsif harus mempertimbangkan rasionalitas publik tanpa kesemena-menaan mengambil kebijakan/keputusan; adaptabilitas kebijakan dan institusi politik terhadap keadaan tanpa melupakan tujuan; senasib sepenanggungan dalam keuntungan dan beban; serta persetujuan rakyat terhadap pemerintah. Ketika arena politik lebih  mewadahi konflik kepentingan ketimbang konflik visi-ideologi, watak politik menjadi narsistik, mengecilkan harapan banyak orang. 

Memperingati Hari (lahir) Pancasila bukan sekadar merayakan pepesan kosong. Agar Pancasila itu benar-benar sakti, maka kita harus kembali ke prinsip dasar republik dengan terus menjaga hubungan erat antara tujuan (aspirasi) dan sarana (kapabilitas) berdasarkan Pancasila.

(Yudi Latif, Pengurus Aliansi Kebangsaan)

Friday, April 28, 2023

Manfaat lansia ngomel

MANFAAT NGOMEL BAGI LANSIA

Ternyata semakin banyak ngoceh dan bawel memasuki lansia semakin menyehatkan.
Bicaralah lebih banyak seiring bertambahnya usia.
Dokter mengatakan demikian.  
Warga Senior (pensiunan) harus berbicara lebih banyak.
 
Karena saat ini tidak ada cara untuk mencegah kehilangan ingatan.  

Satu-satunya cara adalah berbicara lebih banyak. 

Setidaknya ada tiga manfaat berbicara lebih banyak kepada warga lanjut usia.  

Pertama :
Berbicara mengaktifkan otak dan membuat otak tetap aktif, karena bahasa dan pikiran berkomunikasi satu sama lain, terutama ketika berbicara dengan cepat, yang secara alami menghasilkan refleksi berpikir yang lebih cepat dan juga meningkatkan daya ingat.  

Warga lanjut usia yang tidak berbicara, lebih cenderung kehilangan ingatan.

Kedua :
Berbicara mengurangi banyak stres, menghindari penyakit mental dan mengurangi stres.  

Kita sering tidak mengatakan apa-apa, tetapi kita menguburnya dalam hati dan mencekik diri kita sendiri.

Itu benar ! 

Jadi! Akan lebih baik untuk memberikan kesempatan kepada  senior untuk berbicara lebih banyak.

Ketiga :
Berbicara dapat melatih otot wajah dan sekaligus melatih tenggorokan dan juga meningkatkan kapasitas paru-paru, sekaligus mengurangi risiko kerusakan mata dan telinga serta mengurangi risiko laten seperti Pusing dan Tuli.

Pendeknya, para pensiunan, yaitu para lansia Satu-satunya cara untuk mencegah Alzheimer adalah dengan berbicara sebanyak mungkin dan berkomunikasi secara aktif dengan orang-orang.  

Tidak ada pengobatan lain untuk itu.  
   
 Semoga Bermanfaat.
Hidup Lansia

Tuesday, December 27, 2022

MOTIVASI

 Motivasi adalah keinginan untuk bertindak demi tujuan. Motivasi ini adalah elemen penting dalam menetapkan dan mencapai tujuan kita.

Motivasi merupakan salah satu kekuatan pendorong di balik perilaku manusia, yang  memicu persaingan dan memicu hubungan sosial. 

Ketidakhadirannya motivasi dapat menyebabkan penyakit mental seperti depresi.  Motivasi mencakup keinginan untuk terus berjuang menuju makna, tujuan, dan kehidupan yang layak dijalani.

Orang sering memiliki banyak motif untuk terlibat dalam satu perilaku.  Motivasi mungkin ekstrinsik, di mana seseorang terinspirasi oleh kekuatan luar — orang lain atau penghargaan.  Motivasi juga bisa bersifat intrinsik, di mana inspirasi datang dari dalam—keinginan untuk meningkat pada aktivitas tertentu.  Motivasi intrinsik cenderung mendorong orang lebih kuat, dan pencapaiannya lebih memuaskan.

Salah satu kerangka kerja yang digunakan untuk memahami motivasi adalah hierarki kebutuhan yang diusulkan oleh psikolog Amerika Abraham Maslow pada tahun 1943.

Menurut Maslow, manusia secara inheren termotivasi untuk memperbaiki diri dan bergerak menuju ekspresi potensi penuh mereka—aktualisasi diri—dengan menghadapi dan memuaskan beberapa tingkat secara progresif.  kebutuhan dari yang paling mendasar, seperti makanan dan keamanan, hingga kebutuhan tingkat tinggi akan cinta, rasa memiliki, dan harga diri.

Akhirnya, Maslow memperluas teorinya dengan memasukkan kebutuhan akan transendensi-diri: Orang mencapai puncak pertumbuhan dan menemukan makna tertinggi dalam hidup dengan memperhatikan hal-hal di luar diri.  Meskipun universalitas teori Maslow telah ditantang, banyak yang percaya itu menangkap kebenaran mendasar tentang motivasi manusia.

Orang mungkin termotivasi oleh insentif eksternal, seperti motivasi untuk bekerja demi kompensasi, atau kesenangan internal, seperti motivasi untuk membuat karya seni di waktu senggang.  Sumber motivasi lainnya termasuk rasa ingin tahu, otonomi, validasi identitas dan keyakinan seseorang, menciptakan citra diri yang positif, dan keinginan untuk menghindari potensi kerugian.

Motivasi intrinsik adalah dorongan yang datang murni dari dalam;  itu bukan karena hadiah yang diantisipasi, tenggat waktu, atau tekanan dari luar.  Misalnya, orang yang secara intrinsik termotivasi untuk berlari melakukannya karena mereka menyukai perasaan berlari itu sendiri, dan itu adalah bagian penting dari identitas mereka. 

Motivasi ekstrinsik dapat meningkatkan motivasi dalam jangka pendek, tetapi seiring waktu dapat melemahkan atau bahkan menjadi bumerang.  Sebaliknya, motivasi intrinsik sangat kuat karena terintegrasi ke dalam identitas dan berfungsi sebagai sumber motivasi yang berkelanjutan.

Mencapai tujuan adalah sebuah proses.  Dan semua komponen dari proses itu perlu diperhatikan untuk memastikan kesuksesan, mulai dari menetapkan tujuan, mengatasi hambatan, mempertahankan momentum hingga proyek selesai.

Gagal mencapai tujuan terkadang disebabkan oleh cara yang ditetapkan.  Namun, beberapa trik psikologis dapat membantu menetapkan dan mencapai tujuan tersebut.  Salah satunya adalah memastikan bahwa tujuan tersebut melekat pada suatu nilai, seperti nilai mendukung komunitas lokal Anda atau memerangi perubahan iklim.  Cara lainnya adalah membingkai tujuan Anda sebagai aset yang akan diperoleh daripada ancaman yang harus dihindari.  Misalnya, alih-alih berpikir, "Saya tidak boleh mengganggu atasan saya, agar kita dapat menghindari hubungan yang sulit," cobalah berpikir, "Saya ingin mempelajari keterampilan komunikasi baru untuk mengatur ulang hubungan kita."  Gagasan lainnya adalah mencoba menetapkan tujuan pembelajaran alih-alih tujuan kinerja;  daripada memutuskan untuk menurunkan berat badan sebanyak 10 kg, putuskan untuk mempelajari lebih lanjut tentang nutrisi dan memasak dua resep sehat setiap minggu.

Motivasi menargetkan "mengapa" perubahan, tetapi momentum menargetkan "bagaimana". 

Menghasilkan momentum sangat penting untuk mengambil langkah konkret yang diperlukan untuk keluar dari pola yang mengakar dan melakukan perubahan. 

Berfokus pada momentum juga dapat digunakan dalam konteks terapeutik.  Misalnya, seorang terapis mungkin mengatasi pola penghindaran pada pasien dengan depresi dengan mengidentifikasi langkah-langkah kecil yang telah mereka ambil (bangun dari tempat tidur pagi itu, datang ke terapi) dan kemudian membuat daftar langkah selanjutnya yang dapat mereka ambil selanjutnya. 

Mengenali motivasi untuk berubah dan berfokus pada dinamika yang mendukung perubahan juga dapat membantu membangun momentum.

Beberapa orang mungkin menemukan diri mereka benar-benar terhalang oleh sebuah proyek;  yang lain mungkin hanya ingin memasukkan sedikit lebih banyak produktivitas ke dalam timeline mereka.  Di mana pun motivasi dimulai, selalu ada cara untuk meningkatkannya—apakah itu motivasi Anda sendiri atau orang lain.

Terkadang Anda mungkin merasa benar-benar tidak termotivasi—dan itu tidak masalah.  Dalam situasi itu, biarkan diri Anda merasakan ketidaknyamanan, dengarkan self-talk negatif, lalu tetap lakukan tindakan. Misalnya, Anda pulang ke rumah setelah seharian bekerja dan hanya ingin bersantai dan menonton TV.  Alih-alih menyalakan TV, akui bahwa Anda lelah dan tantang diri Anda untuk membaca lima halaman buku di nakas terlebih dahulu.  Pendekatan ini memberi ruang bagi pikiran dan perasaan negatif, sekaligus membantu Anda mengubah pola yang sudah mendarah daging.

Beberapa tujuan paling umum yang dibuat orang—dan tujuan paling umum yang sulit mereka capai—adalah makan lebih sehat, berolahraga lebih banyak, dan menghemat lebih banyak uang.  Banyak jebakan dapat mencegah orang mencapai tujuan tersebut, tetapi mengantisipasi tantangan tersebut dapat membantu mencapai perubahan nyata.

Banyak orang berjuang untuk tetap diet.  Penelitian menunjukkan bahwa motivator ekstrinsik—untuk menghindari komentar yang menyakitkan atau menyesuaikan diri dengan pakaian—dapat mempercepat proses, tetapi motivasi intrinsik—minat, kesenangan, dan tantangan dalam perjalanan—adalah kunci untuk penurunan berat badan yang berkelanjutan dan bertahan lama.  Motivasi intrinsik mencakup kompetensi, otonomi, dan keterkaitan, jadi sangat membantu untuk 1) memilih diet yang berkelanjutan dan efektif 2) percaya bahwa diet, tanggal mulai, dan tujuan akhir telah dipilih secara mandiri dan tidak “ditugaskan” oleh orang lain 3  ) menemukan komunitas pendukung.

Ada beberapa ide kreatif untuk dipertimbangkan jika motivasi menjadi penghalang untuk berolahraga.  Salah satunya adalah memperluas pilihan yang Anda miliki: Jika Anda tidak punya waktu untuk pergi ke gym, berolahragalah dengan berjalan-jalan, melakukan latihan beban tubuh, atau menonton video yoga.  Cara lainnya adalah membuat olahraga lebih menyenangkan, seperti mendengarkan buku di kaset.  Cara lainnya adalah membuat kontrak sosial dengan teman atau anggota keluarga.  Misalnya, jika Anda mengizinkan waktu telepon untuk menggantikan olahraga, Anda harus menyumbang untuk tujuan yang dipilih orang lain.

===






Sunday, December 11, 2022

MEMAKNAI SAMI'NA WA ATHO'NA

 SALAH satu kunci sukses dalam sebuah kepemimpinan di dalam organisasi apapun juga adalah, jika setiap keputusan ada ditaati dan dilaksanakan. Dengan catatan bahwa pemimpin tersebut saat mengambil keputusan dalam kerangka melaksanakan dan menjalankan amanah organisasi. Sehingga sesuai dengan digariskan dalam visi, misi dan tujuan organisasi yang diderivasikan dalam serangkaian rule of the game, regulasi, aturan serta tata kelola yang menjadi guidelines (petunjuk) bagi organisasi tersebut.

Dan, dalam konteks organisasi Islam yang paling utama adalah menjadikan al-Qur’an dan As-Sunah sebagai pedomannya. Al-Qur’an telah memberikan petunjuk yang indah tentang ketaatan ini di dalam Surat An-Nur ayat 51:

إِنَّمَا كَانَ قَوْلَ ٱلْمُؤْمِنِينَ إِذَا دُعُوٓا۟ إِلَى ٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦ لِيَحْكُمَ بَيْنَهُمْ أَن يَقُولُوا۟ سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا ۚ وَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُفْلِحُونَ

“Sesungguhnya jawaban oran-orang mukmin, bila mereka dipanggil kepada Allah dan rasul-Nya agar rasul menghukum (mengadili) di antara mereka ialah ucapan. “Kami mendengar, dan kami taat”. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung”.

Ada satu kalimat yang menjadi kunci di situ, yaitu سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا (“Kami mendengar, dan kami taat”). Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, dalam Tafsir Al-Wajiz saat menafsirkan ini beliau menjelaskan: “Sesungguhnya ucapan: “Kami mendengarkan hukumNya, menaati perintahNya, dan meridhai hukumNya” adalah ucapan orang-orang mukmin saat diajak mematuhi hukum Allah dan rasul-Nya supaya bisa menentukan hukum di antara mereka. Orang-orang yang mendeklarasikan diri untuk taat itu adalah orang-orang yang memenangkan kebaikan dunia akhirat”.

Sedangkan Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar di dalam Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir, menjelaskan: “Yakni sepatutnya bagi orang-orang beriman untuk berlaku demikian, yaitu apabila mengengar seruan tersebut maka ia harus menanggapinya dengan ketaatan dan ketundukan; mereka tetap mengatakan “kami mendengar perkataannya dan mentaati perintahnya” meski hal itu adalah sesuatu yang tidak mereka suka dan merugikan mereka”.

Disinilah letak ujian dari ketaatan itu. Seringkali kita merasa berat untuk menerima sebuah keputusan dari pemimpin, hanya karena tidak sejalan dengan apa yang kita inginkan. Padahal, dengan sami’na wa atho’na, seberat apapun yang kita rasakan, sesungguhnya kita akan mendapatkan keberuntungan dan kemenangan di dunia dan akhirat, sebagaimana ayat di atas.

Untuk itu, Syaikh Dr. Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di dalam Tafsir As-Sa’di menjelaskan bahwa, “Allah melingkupkan kemuliaan untuk mereka, karena (hakikat) kebahagiaan itu adalah mendapatkan sesuatu yang dipinta dan selamat dari hal-hal yang dibenci. Dan tidaklah berbahagia kecuali orang yang berhukum dan taat kepada Allah dan RasulNya”.

Konsekwensi logisnya, dengan memegang prinsip “sami’na wa atho’na” ini, maka sebagai muslim yang selalu mengharapkan ridho dan petunjuk jalan yang lurus dari Allah ta’ala, adalah harus selalu komitmen (iltizam) untuk benar-benar secara total menjalankan perintah Allah dengan sebaik-baiknya, dan meninggalkan secara total larangan Allah dengan tanpa terkecuali.

Seberat apapun masalah yang datang, serumit apapun persoalan yang dihadapi jangan pernah memilih menyelesaikan dengan jalan keluar yang bertentangan dengan syariat Allah SWT. Demikian juga jangan mengambil jalan pintas berdasarkan nafsu dan kepentingan diri sendiri/ kelompoknya, diluar apa yang sudah ditetapkan dan digariskan dalam sebuah ketetapan dan keputusan. Dan ketaatan terhadap keputusan itu, juga merupakan ujian tersendiri.

Oleh karena itu Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar terkait dengan sami’na wa atho’na di surat lain, yaitu surat al-Baqarah ayat 285, beliau menjelaskan,” { وَقَالُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا ۖ } Ummat ini adalah ummat yang mengikuti perintah, maka ketika Alllah datangkan kepadanya akal sehat yang menunjukkan kepada kebenaran Rasul-Nya dan kebenaran kitab-Nya, maka sesungguhnya ummat ini tidak akan membantah dalil-dalil yang didatangkan kepada mereka dengan akal yang mereka punya, justru mereka akan mendengarnya dan taat kepadanya”.

Kita menyadari bahwa, seorang pemimpin dalam mengambil keputusan, sudah barang tentu mempertimbangkan berbagai aspek. Menyelaraskan dengan visi, misi, tujuan dan jatidiri organisasi. Mendengarkan berbagai pihak yang berkompeten. Berdasarkan data kualitatif dan kuantuitatif. Terlepas faktor subyektifitas (like or dislike). Juga melalui serangkaian laku ruhiyah dengan meminta petunjuk kepada Allah ta’ala termasuk melalui shalat isthikarah. Sampai kemudian sebuah keputusan itu diambil.

Seorang kawan baik dalam diskusi di WAG menyampaikan data yang menarik. Saat meneliti untuk kepentigan tesisnya, dengan sampel 10 lembaga, didapatkan data sekitar 80-85% rata rata anggota sebuah organisasi yang taat terhadap keputusan pimpinan. Menurutnya tidak ada yang 100%, kecuali yang benar-benar militan, itupun tidak bisa persis seratus persen.

Dia memberi contoh ketaatan santri dalam sebuah pesantren yang memang dituntut untuk sami’na wa atho’na dengan kiainya. Akan tetapi santri yang tidak sefaham dengan aturan pesantren dan kiainya, dia bakal taat dan akan pergi sebelum proses persantriannya selesai.

Alasan ketidaktaatan itu, masih berdasarkan penelitian kawan tadi, selain berbagai hal yang disebutkan di atas, juga adanya realitas yang berbicara bahwa seringkali pimpinan dilihat oleh anggota adalah adanya kekurangan, kelemahan bahkan keburukannya. Sehingga menyebabkan ketidakpercayaan atas keputusan yang diambil. Apapun itu bentuknya. Padahal bisa jadi semua penilaian anggota itu didorong faktor subyektifitas semata, dan tidak berdasar data serta fakta yang memadai.

Dengan demikian maka, tugas dari yang dipimpin (anggota) selanjutnya adalah senantisa berusaha mentaati dan menjalankan setiap keputusan itu. Dengan memegang teguh prinsip sami’na wa atho’na ini. Sehingga berdasar berbagai penjelasan di atas, akan membawa kepada keharmonisan dan keberlangsungan sebuah organisasi/ jama’ah dan akan mendapatkan keberuntungan dan kemenangan dikemudian hari. Dan inilah yang dicontohkan dan dipraktikkan dengan indah oleh Rasulullah beserta sahabatnya. Demikian juga contoh implementasi di berbagai organisasi apapun bentuk dan besarnya di muka bumi ini. Wallahu a’lam.

Asih Subagyo│Senior Researcher Hidayatullah Institute

Friday, December 9, 2022

SELF LEADERSHIP

Self leadership atau kepemimpinan diri adalah sebuah tindakan yang dilakukan oleh seseorang secara sengaja untuk mempengaruhi perasaan, pemikiran, dan tindakan diri sendiri hingga mencapai tujuan akhir yang diharapkan, 

Konsep kepemimpinan diri ini tidak dapat Anda kuasai secara kebetulan. Dibutuhkan usaha, latihan, dan kesungguhan, untuk melatih self leadership dalam diri. Sangat sulit untuk menjadi pemimpin yang kredibel dan otentik ketika Anda tidak menyadari kekuatan dan kelemahan diri sendiri. 

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kemampuan diri. Yuk simak beberapa tips meningkatkan self leadership di bawah ini!

1. Own Your Mind and Feeling

Sadari bahwa pikiran dan perasaan Anda adalah milik Anda sendiri. Sebagai pemilik, tentunya Anda juga harus bisamengontrol perasaan dan pikiran  yang dimiliki. Saat Anda mampu untuk mengontrol pikiran dan perasaan, Anda akan sekaligus dapat mengontrol aksi dan reaksi  Anda terhadap suatu masalah yang sedang Anda hadapi.

2. Purpose

Tentukan goals dan tujuan hidup yang ingin Anda capai. Setelah menentukan goals, temukan alasan dibalik target yang akan Anda tuju tersebut. Semakin kuat alasan yang Anda miliki dibalik hal-hal yang ingin Anda capai, maka semakin besar Anda berusaha mengendalikan diri agar mampu mencapai tujuan tersebut.

3. Self Awareness

Self awareness  berarti mengenali diri Anda sendiri, termasuk kekuatan dan kelebihan yang Anda miliki. Jangan lupa untuk mengenali karakter dan personality yang Anda miliki, karena ini akan mempengaruhi cara berpikir dan tindakan Anda.

4. Self Efficacy

Milikilah keyakinan yang tinggi atau self efficacy berarti Anda yakin bahwa goals dan tujuan yang Anda buat bisa Anda capai dan dapatkan. Untuk itu, tumbuhkan keyakinan yang kuat terhadap keputusan-keputusan yang akan Anda ambil.

5. Action and Impact

Lakukan aksi yang bertujuan untuk mewujudkan apa pun langkah-langkah yang perlu sehingga Anda bisa mencapai goals. Kemudian lakukan evaluasi terhadap setiap hasil kerja yang dilakukan dan perbaikan apa yang diperlukan untuk menjadi lebih baik.

Pastikan pula Anda memberikan yang terbaik dalam mewujudkan aksi sehingga dapat mencapai suatu dampak yang positif untuk diri sendiri dan lingkungan di sekitar Anda. 

Setelah memahami 5 hal di atas, sekarang saatnya Anda untuk mulai menjalankannya. Yuk mulai dari membuat daftar hal-hal yang terjadi di hari ini, tambahkan juga catatan tentang aksi dan reaksi yang terjadi serta bagaimana aksi dan reaksi yang seharusnya Anda jalankan!

===

Saturday, December 3, 2022

Kata-kata mutiara dalam bahasa Inggris

Pearls of Wisdom in English


Do you know what real beauty is?

Real beauty is not all about having a pretty face, it also about having a pretty heart and pretty mind.

===

What is life? 

Life is journey between B and D,

B = Birth

D = Death

but C is in between. And what is this C?

C is a choice. 

Want to suffer? Suffer. Don't feel hurt? 

You have a choice to suffer or not to suffer. Get or not to get hurt.

You have a choice. Take your choice. And live life happily

===

Three things about being a good person:

1. Be a good person to make your self happy, not others.

2. Being a good person does't mean that allways good thing will hapend to you, but one day what you did will come back to you. 

3. When you be good you don't lose people, but people lose you.   

===

When you lose your money, you lose nothing.

When you lose your health, you lose something

When you lose your character, you lose everything.

===

Don't speak negative yourself even as a joke.

Your body does't  know the difference.

Words are energy.

Change the way you speak about your self.

And you can change your life.

===

Life isn't meant to be easy. 

It is meant to be lived. Sometimes happy. And other time rough. But every up and down in life, you must learn a lesson. And it will you make strong.

===

Never blame anyone in life:

The good people, give you happiness.

The worst people, give you a lesson.

The best people, give you memories.

===

Listen:

Nobody is perfect

We make mistakes

We say wrong things

We do wrong things

We fall

We get up

And we move on

And just remember:

That is what life is.

===

There is a purpose for everyone  you meet:

Some people come into your life to test you.

Some to teach you.

Some to use you.

And, some to bring out the very best in you.

===

You can buy a house, but not a home.

With money, you can buy a clock, but not time.

With money, you can buy a bed, but not sleep.

With money, you can buy food, but not appetite.

With money, you can buy a doctor, but not good health.

With money, you have can insurance, but not safety.

And this is the problem that we all have. There are things that you can not buy with material wealth, with money.

===

Keep that amazing kindness in your heart forever. 

Help people, smile often, and don't let  someones bad behavior to ruin your inner peace. Because this whole world need more good people like you 

===

Three peices of wisdom that can change you life

1. Make peace with your past. So it won't disturb your present.

2. Don't compare with others. Comparation is the thief of joy.

3. The only person who is incharge of your happiness Is You.

===

Life is short. 

We don't know when  we will die. It doesn't matter, how long we live in this life. What matters the most is how we lived our life. You've  to be kind, be generous and be humble. Because it adds values to your life.

===

You know what nothing is permanent. 

So don't stress your self too much. Because no matter how the bad the situation is. It will change and you gonna be ok. 

===





Friday, November 11, 2022

INDAHNYA KEBERSAMAAN

 

INDAHNYA KEBERSAMAAN

Manusia adalah makluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri. Manusia membutuhkan kebersamaan dalam kehidupannya.

Allah subhanahu wa ta’ala menciptakan manusia beraneka ragam dan berbeda-beda tingkat sosialnya. Ada yang kuat , ada yang lemah, ada yang kaya, ada yang miskin dan seterusnya. Allah subhanahu wa ta’ala menciptakan manusia dengan keahlihan dan kepandaian yang berbeda-beda pula. Semua itu adalah dalam rangka  saling memberi dan saling mengambil manfaat. Orang kaya tidak dapat hidup tanpa orang miskin yang menjadi pembantunya, pegawainya, sopirnya, dan lainnya. Demikian pula, orang miskin tidak dapat hidup tanpa orang kaya yang pekerjaannya dan mengupahnya, demikian seterusnya.

Abdullah bin Dinar meriwayatkan dari Ibnu Umar radhiallah anhuma, dia berkata, ”Rasulullah shallallahu alahi wa sallam berkhotbah di hadapan kami. Di antaranya beliau bersabda,

”Kalian wajib bersama dengan al-jamaah dan berhati-hatilah kalian dari perpecahan. Sesungguhnya, setan bersama orang yang sendirian, sedangkan dari orang yang berdua, dia lebih jauh. Barang siapa yang menginginkan tengah-tengahnya (yang terbaliknya) surga, hendaknya dia bersama jamaah. Barang siapa yang kebaikan-kebaikannya mengembirakan dia dan kejelek-kejelekannya menyusahkan dia, dia adalah seorang mukmin.”

Kebersaaan itu memang indah, banyak persoalan yang akan lebih mudah di-selesaikan. Sebaliknya bila kebersamaan terkoyak dan pahit rasanya akan banyak pengorbanan yang dibutuhkan untuk merajutnya kembali.

Manusia adalah makhluk sosial, yang berarti manusia saling membutuhkan antara manusia yang satu dengan yang lainnya. Tidak ada kebahagiaan yang lebih terasa selain dari pada kebersamaan bersama orang lain baik itu bersama keluarga, sahabat,  kolega dan orang yang paling kita kenal.

Namun demikian kebersamaan di dalam masyarakat yang memiliki latar belakang bermacam-macam akan sulit dicapai apabila perbedaan dan penghalang dalam mencapai kebahagiaan itu tidak disiasati dengan sebaik-baiknya. Karena itu cara yang tepat untuk menciptakan kebahagiaan adalah dengan mengelola perbedaan yang ada dengan bersikap saling menghargai perbedaan yang ada.

Dalam kondisi seperti ini maka pengendalian hati menjadi penting untuk terciptanya kebersamaan. Kalau kita mau berupaya keras untuk pengendalian hati insya Allah akan sangat mudah tercapainya kebersamaan. Cara yang paling ampuh mengendalikan hati adalah adanya kesiapan untuk menerima Zat Yang Maha Kuasa yang mampu mengendalikan hati. Dalam surah Al-Anfaal (8) ayat 63 Allah berfirman:

”Dan Allah lah yang menyatukan hati kalian, seandainya kalian menginfakkan semua yang ada di bumi, tidak mungkin kalian bisa mempersatukan hati, karena Allah lah yang menyatukan hati mereka”

Dapatkah kita mencari solusi untuk mengatasi masalah yang kita hadapi bersama? Mencoba menembus batas penghalang yang menjadi kendala, hanya kepada Nya kita berdoa, semoga Allah mendengar pinta kita...bersama kita bisa...bersama kita berupaya..Semoga Allah subhanahu wa ta’ala berkenan mengijabah doa kita, semoga senantiasa tercipta KEBERSAMAAN di antara kita...Aamiin Ya Rabbal Alamiin.

Saturday, October 15, 2022

REUNI AJANG SILAHTURAHMI

Reuni adalah ajang silahturami. Demikian juga reuni emas yg akan  digelar nanti di Jogja tempat kita pernah menuntut ilmu. Senang rasanya bisa ketemuan lagi dengan kawan lama dan ingin merajut kembali tali silahturahmi ini menjadi "pasaduluran sak-lawasé". 

Pentingnya menjalin tali silahturahmi tertuang dalam firman Allah SWT yg artinya sbb:

"Dan sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Dan berbuat-baiklah kepada kedua orang tua, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga dekat dan tetangga jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahaya yang kamu miliki. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang sombong dan membanggakan diri."(QS An-Nisa Ayat 36)

Pada surat An-Nisa ayat 36 disebutkan tentang pentingnya bersilaturahmi. Bahkan, perintah tersebut berdampingan dengan perintah untuk bersujud kepada Allah SWT.

Rasulullah SAW sendiri menyebutkan betapa pentingnya menjalin tali silaturahmi.

"Barang siapa yang ingin diluaskan rezekinya dan ingin dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia bersilaturahmi." (HR. Bukhari)

Dalam hadits lainnya, Rasulullah SAW juga menjelaskan bahwa silaturahmi merupakan salah satu pertanda keimanan. Orang-orang yang beriman diperintahkan untuk menjaga silaturahmi, Allah sangat membenci pemutus tali silaturahmi.

"Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia menyambung tali silaturahmi." (HR. Abu Hurairah)

Allah SWT sangat menyukai hambanya yang suka menjaga silaturahmi. Disebutkan dalam satu hadits, Allah SWT akan dekat kepada manusia yang ramah dan penuh perhatian kepada saudaranya.

Menyambung tali silaturahmi juga bermakna menegakkan agama. Silaturahmi adalah ajaran Islam yang menunjukkan pentingnya hubungan antara sesama manusia.

Mengenai hal tersebut, Allah SWT berfirman dalam QS An-Nisa ayat 1 yang artinya berbunyi:

"Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu."

Itulah pentingnya silaturahmi berdasarkan Al-Qur'an dan Hadits. Untuk itu, jagalah tali silaturahmi baik dengan saudara maupun sesama muslim.

Mari kita sukseskan reuni emas kita nanti sebagai ajang silahturami, bertekat menjadi benar²  paseduluran sak-lawasé. InsyaAllah. 🙏

Monday, October 10, 2022

RINDU ROSUL SAW

 RINDU ROSUL SAW


"Ya Rasul, Apakah sudah waktunya untuk Iqomat?" tanya Bilal ke Rasulullah. Rasulullah mengangguk.

Bilal pun Iqomat. Sholat berjamaah dilakukan. Rasulullah yang jadi Imamnya. 

Tapi suatu hari kebiasaan bilal adzan dan Iqomat hanyalah menjadi kenangan. Kenangan yang membangkitkan kesedihan. Sejak Rasulullah wafat, Bilal tak pernah adzan lagi. Bilal sudah mencobanya tapi tak bisa. Mulutnya tercekat, suaranya hilang ketika tiba di kata "Muhammad"

Tak tahan dengan segala kenangan. Bilal pun pergi meninggalkan Madinah. Mungkin begitulah cara mengobati kesedihan. Karena bukan kehilangan yang berat tapi kenangan. 

Lama Bilal pergi. Hingga kepemimpinan berganti. Dari Abu Bakar ke Umar. Umar rindu dengan adzan Bilal. Umar pun menemui Bilal yang kini telah tinggal di Syam. Umar merayu Bilal agar kembali lagi dan adzan lagi. 

Mata pria berkulit hitam, legam dan kekar itu berkaca-kaca. Air mata deras menetes di pipinya. Dengan suara lirih dia berkata, "Aku tak bisa, Umar. Aku tak akan mampu melakukannya lagi."

Umar sampaikan bahwa penduduk Madinah merindukan Bilal. Mereka ingin mendengarkan adzan Bilal. 

Sekali lagi Bilal berkata lirih,"aku tak akan sanggup Umar."  Air mata kian deras mengalir di pipinya. Sesekali, Bilal memejamkan mata. Dia tarik napasnya dalam-dalam.

"Tapi,  muslim di Madinah sedang membutuhkanmu, Bilal. Mereka ingin mendengarkanmu mengumandangkan adzan. Mereka rindu suaramu. Mereka rindu lantunan adzanmu, wahai muadzin Rasulullah!" kata Umar memohon. 

Mata Bilal kian berkaca-kaca. Dia menangkap harapan Umar yang begitu besar agar dia mau mengumandangkan adzan lagi di Madinah. Apalagi Umar sampai menempuh jarak yang begitu jauh dari Madinah ke Syam. 

Namun, berat bagi Bilal. Dia tak sanggup menanggung rindu teramat dalam jika mengingat Madinah dan mengumandangkan adzan. Bilal tak mampu menanggung rasa rindu terhadap Rasulullah yang teramat berat. Rindu itu berat. Ya sangat berat bagi Bilal. 

Umar pulang dengan tangan hampa. Bilal tetap tak mau pulang ke Madinah. Malam hari dalam tidurnya Bilal mimpi bertemu dengan Rasulullah SAW. Dalam mimpi tersebut, Rasulullah menyapa Bilal, "Hai Bilal, mengapa engkau tak mengunjungiku? Mengapa sampai seperti ini?"

Bilal pun terbangun, tanpa berpikir panjang ia segera mempersiapkan perjalanan ke Madinah. Sambil merasakan kerinduan yang teramat dalam dan besar, Bilal pergi untuk menziarahi makam Rasulullah SAW.

Di Raudhah, Bilal tak mampu lagi menahan haru. Dia menangis, rindu pada Rasulullah SAW, Lelaki yang telah meninggikan derajatnya. Saat itulah  datang dua pemuda yang mulai beranjak dewasa menemui Bilal bin Rabbah, yang matanya sembab karena tangis.

Mereka berdua adalah cucu kesayangan Rasulullah, yakni Hasan dan Husein. Bilal yang semakin termakan usia, mencoba memeluk kedua cucu kesayangan Rasulullah tersebut.

Dan Husein berkata kepada Bilal, "Paman, maukah engkau sekali saja mengumandangkan adzan untuk kami? Kami ingin mengenang kakek."

"Baiklah, aku akan melakukannya" Jawab Bilal. Bagaimana mungkin Bilal akan menolak permintaan cucu kesayangannya Rasulullah ?

Tatkala waktu sholat tiba, Bilal naik ke tempat dahulu ia terbiasa mengumandangkan adzan pada masa Rasulullah masih hidup. Ia mengambil nafas dalam-dalam, kemudian suara merdunya yang sangat khas itu terdengar kembali. Dihempas oleh angin padang pasir ke seluruh penduduk Madinah.

Ketika lafadz "Allahu Akbar..." dikumandangkan oleh Bilal, mendadak seluruh Madinah senyap. Segala kegiatan terhenti. Semua orang terkejut. Suara yang telah bertahun-tahun hilang, dan begitu dirindukan itu, telah kembali. Suara yang mengingatkan pada sosok Rasulullah nan agung.

Suara lantang sang "Muadzin Rasul" menggema ke semua penjuru kota. Seketika orang-orang yang mendengar lantunan adzan itu terdiam. Mereka terhenyak, serasa kembali ke masa Rasulullah. Dan bertanya "Apakah Rasulullah kembali?"

Saat Bilal mengumandangkan lafadz "Asyhadu anlaa ilaha illallah," seluruh warga Madinah berlarian ke arah sumber suara itu, sambil berteriak histeris. Sewaktu Bilal sampai pada lafadz "Asyhadu anna Muhammadan Rasulullah..." Suaranya yang menggema menjadi terdengar parau. Dadanya bergetar, dan hatinya bergemuruh penuh kerinduan. Bilal terisak menyebutkan nama orang yang paling dirindukannya.

Air matanya mengalir begitu saja, sambil terlintas sebuah kenangan dalam ingatan Bilal, yang teringat sosok Rasulullah SAW. Semua ingatan itu, membuat Bilal tak sanggup melanjutkan adzan pada lantunan lafadz tersebut.

Di atas menara Nabawi, lidahnya tercekat oleh air mata yang berderai. Suasana itu kemudian membuat seantero Madinah pecah oleh tangisan.

Sang Khalifah Umar bin Khattab, menangis paling keras di antara yang lain. Mereka semua menangis, teringat masa-masa indah ketika Rasulullah masih ada bersama mereka.

Allahumma sholli 'alaa sayyidina Muhammad....

Moga kelak kita bisa berjumpa dg yg tercinta rosul SAW

Aamiin Yaa Rabbal Alamiin.. Al-Fatehah.. 

Allohuma sholii alaa Muhammad.. wa alaa ali sayyidina Muhammad...

Monday, May 23, 2022

Rekening Gaib

9 Rahasia REKENING GAIB sepanjang masa:

1. Yang  pertama,  belilah  sarung  atau  mukena.  Lalu  sedekahkanlah  di  masjid  yang  ramai  di sekitar  kota  Anda  yang  Anda  tahu.  Maka  setiap  kali  orang  memakai  sarung  atau  mukena  yang Anda  sedekahkan  ini,  maka  pahala  orang  yang  sholat  ini  pun  juga  akan  mengalir  kepada  Anda selama  sarung  dan  mukena  ini  dipakai. 

2. Yang  kedua,  berikanlah  sumbangan  kepada  masjid  yang  sedang  direnovasi  atau  dibangun. Nggak  perlu  harus  besar,  kecil  pun  tak  masalah  yang  penting  Anda  menjadi  bagian  darinya.  Bisa nyumbang  biaya per  meternya, atau beliin  1  kardus keramiknya, 1  sak  semennya  bahkan 1  keran pun  tak  jadi soal.  Maka selama  masjid  ini  berdiri  dan  dipakai untuk sholat, pahala pun  akan  terus mengalir untuk  Anda. 

3. Yang  ketiga,  belilah  Al  Quran.  Lalu  letakkan  di  masjid-masjid  atau  di  rumah-rumah  tahfidz. Hadiahkan  Qur’an  ini.  Maka  selama  Qur’an  ini  terus  dibaca,  berharaplah  setiap  hurufnya  akan menjadi pahala  bagi Anda juga. 

4. Yang  keempat,  bersedekahlah  kepada  sekolah  atau  madrasah  yang  mengajarkan  Qur’an. Salah  satu  alasan  kenapa  saya  mendirikan  sebuah  TPA  dan  TK  adalah  karena  di dalamnya Qur’an diajarkan.  Dan  setiap  kali  Qur’an  dihapalkan  oleh  anak-anak,  hingga  nanti  dia  dewasa 
menggunakannya  dalam  sholatnya,  insyaallah,  saya  pun  akan  mendapatkan  pahalanya.  Karena terhitung  sebagai pembuka  jalan  kebaikan. 

5. Yang  kelima,  tanggunglah  kehidupan  seorang  yatim.  Jika  Anda  berani  dan  mampu  maka tanggunglah  kehidupan  seorang  yatim.  Ini  seperti  membeli  nyawa  kedua.  Mungkin  kita  akan lebih  dulu  tua  dan  meninggal.  Maka  saat  itu  terjadi,  sementara  anak  yatim  yang  pernah  kita asuh  masih  tumbuh.  Seluruh  amal  kebaikannya  pun  akan  menjadi  wasilah  bagi  bertambahnya hitungan  amal  kita  pula.  Kalau  belum  punya  cukup  kemampuan,  minimal  bayarin  SPP bulanannya di  sekolah. 

6. Yang  keenam, tanggunglah  makan seorang  guru  atau  ustadz.  Seorang  guru  yang  mengajar setiap  hari  dengan  ikhlas,  mengajarkan  kebaikan  ke  banyak  anak  sepanjang  hidupnya.  Jika  kita ikut  berbakti  menanggung  kehidupannya,  maka  kita  pun  akan  memiliki  rekening  amal  seperti yang  guru  tersebut  punya.  Karena  kita  adalah  yang  ikut  membantu  beliau  untu  terus  mampu memperpanjang  nafas  dakwahnya. 

7. Yang  ketujuh,  tanamlah  sebuah  pohon.  Menanam  pohon  akan  sangat  bermanfaat. Apalagi  jika  pohon  ini  mampu  hidup  ratusan  tahun.  Selain  membantu  menyediakan  oksigen, barang  siapa  yang  berteduh  di  bawahnya  pun  akan  terhitung  menjadi  catatan  amal  kebaikan kita. ini seperti  memiliki  pohon  amal yang  tiap  saat  bisa dipetik  tanpa mengenal  musiman. 

8. Yang  kedelapan  belilah  kursi  roda.  Lalu  sedekahkanlah  ke  klinik  atau  rumah  sakit  atau panti  jompo.  Maka  setiap  kali  kursi  roda  ini  termanfaatkan.  Bisa  Anda  bisa  bayangkan  amalanamalan  baik  ini  pun  akan  terus mengalir untuk  Anda. 

9. Yang  kesembilan,  yang  paling  murah  diantara  semuanya.  Sebarkanlah  ini  jika Anda merasa bahwa ini  bermanfaat. Maka apapun  perbuatan baik yang  akan lahir setelah orang  membaca  artikel  ini,  semoga  itu  pun  menjadi  catatan  amal  kebaikan  Anda.  Karena  lewat membagikannya,  Anda  sudah  menjadi  pembuka  jalan  kebaikan  dan  menunjukkan  jalan  kebaikan kepada orang  lain. Itulah  bonus  terakhir  yang  bisa  saya  berikan  untuk  Anda.  Saya  harap  ilmunya  benar-benar Woow  untuk  Anda  semua  dan  yang  lebih  penting,  ini  semua  bisa  bekerja  untuk  Anda.  tentu hanya jika Anda  mau  melakukannya dengan  serius  dan  konsisten. Terima Kasih..  dan  semoga  bermanfaat. Salam  dari  saya untuk  keluarga Anda di  rumah..

Jika anda ingin segera ditolong Allah,
lakukan segera action... Bismillah 😇

BarokAllahu fii’kum ...

(Copas dari PPA Pola Pertolongan Allah)
#SemogaBermanfaat 
#MotivasihijrahSahabathijrahSemangatberhijrah

Saturday, May 7, 2022

GAPGAP TEKNOLOGI

*G A P T E K ..*
●○●○●○●○●
Mengapa banyak diantara kita (lansia) memilih jadi GAPTEK.

🙏🙏🙏

SEORANG pria muda telah menghabiskan waktu 1 jam di bank bersama bosnya hanya untuk mentransfer sejumlah uang.
Pria itu tidak bisa menahan diri & bertanya.
''Bos, kenapa tidak mengaktifkan internet banking..?"

_"Mengapa aku harus melakukan itu..?''_,tanya si bos.

''Nah, Bos tidak perlu menghabiskan waktu 1 jam di sini untuk melakukan hal-hal seperti mentransfer uang. Bos bahkan bisa melakukan belanja online. Semuanya akan sangat mudah..!!''

Pria itu, jadi sangat bersemangat untuk membujuk bosnya beralih ke dunia internet banking.

Lalu bos kembali bertanya, _''Jika saya melakukan itu, saya tidak perlu keluar rumah..?"_

''Ya, ya'..!!" ,jawab pria itu.

Ia menjelaskan kepada bos, bagaimana barang-barang kelontong bisa dikirim sampai di depan pintu rumah sekarang & bagaimana Amazon ataupun toko2 online bisa memberikan segalanya..!

Tapi, jawaban bos membuat pria itu bungkam.

Bos berkata ...
_*''Sejak aku memasuki bank hari ini, aku telah bertemu dengan 4 orang temanku."*_
*_"Aku mengobrol sebentar dengan staf yang mengenalku dg baik sekarang"_*
*_"Kamu tahu aku ini hidup sendiri. Inilah waktu bertemu teman yang aku butuhkan."_*
*_"Aku bersemangat & bersiap-siap datang ke bank. Aku menyediakan cukup waktu._*
*_Itu adalah sentuhan fisik yang aku idamkan._*

*_Dua tahun lalu waktu aku sakit._*
*_Pemilik toko tempat aku membeli buah, datang menjengukku & duduk di samping tempat tidurku bahkan menangis._*

*_Saat istriku jatuh beberapa waktu lalu saat berolahraga jalan pagi, tukang kelontong setempat melihatnya & segera membawa mobilnya untuk mengantar istriku pulang saat dia tahu di mana kami tinggal._*

*_Apakah aku bisa mendapatkan sentuhan manusia seperti itu jika semuanya dilakukan dengan online?_*


*_Hal ini menciptakan ikatan atau hubungan sesama..._*
*_RELASI.._*

*_Apakah Amazon, onlineshop2 juga bisa memberikan semua ini..???_*

✍️✍️✍️
*_Technology isn't a life, spend time with people._*
*_Not with devices ???_*

_Teknologi bukanlah kehidupan. Luangkan waktu bersama dengan manusia._
_Bukan dengan perangkat canggih._
_Atau Anda akan menyesal selamanya._

Karena waktu tidak akan pernah kembali.
Selagi masih bisa dan ada waktu.
Mari kita menyapa, menghargai orang-orang di sekeliling kita yang kita jumpai setiap hari.

🌠🌠💜
#semoga bermanfaat

Friday, May 6, 2022

Pensiunan

Senyum pagi ... 😊
*Pensiunan Tua ... Koq Dilawan !!!*

```Seorang wanita tua pensiunan masuk ke bank dan bilang ke teller sambil menyodorkan kartu debetnya :
"Saya mau mengambil uang saya"

Teller muda yg cantik bertanya : "Baik, berapa banyak Bu..?"

Ibu Pensiunan : 
"Rp.100,000,--"

Teller :
"Penarikan dibawah Rp.1 juta silahkan memakai ATM dipojok sana.."

Ibu Pensiunan :
"Saya gaptek, gak tahu caranya, kenapa gak bisa menarik uang dari sini saja..?"

"Itu sudah peraturannya Bu." jawab si Teller dengan ketus "Kalau tidak ada lagi yang mau disampaikan, silahkan minggir. Dibelakang ibu sudah ada yang mengantri."

Si ibu tua itu terdiam, kemudian berkata : 
"Kalau begitu saya mau menarik semua uang saya di rekening ini" katanya sambil menyodorkan lagi kartu debetnya.

Teller men-check rekening tersebut dan kaget waktu melihat ternyata isi rekening itu Rp.500juta. 
Teller berkata kepada si ibu tua (kali ini dengan wajah lebih ramah) : 
"Ibu, rekening ibu isinya Rp.500juta, kami tidak siap dana sebesar itu saat ini, bisakah Ibu kembali besok, sementara kami akan menyiapkannya ?"

Ibu Pensiunan bertanya :
"Berapa jumlah terbesar yg bisa saya ambil hari ini..?"

Teller :
"Rp.10juta, Bu"

Ibu Tua Pensiunan : 
"Baik, saya ambil Rp10 juta saja dulu.."

Teller segera menyiapkan dan menyerahkan kepada si Ibu tua uang sejumlah Rp.10 juta.

Ibu itu mengambil selembar Rp.100 ribu dari tumpukan uang tersebut dan mengembalikan ke Teller sambil berkata :
"Sekarang saya mau menyimpan ke rekening saya uang sejumlah Rp.9,900,000,-"

Teller itu terdiam dan orang-orang yg mengantri dibelakang si ibu tua bertepuk tangan.. 
👏👏👏 😃😄😁


Moral of story :
"Jangan mempersulit para pensiunan yg sudah tua, mereka sudah menghabiskan usianya cukup lama untuk mensiasati hidup ini.

Pensiunan koq dilawan"```

*Hmmmmmm......*  
🤭.😁.😃.😄

Thursday, May 5, 2022

USIA SENJA

Tulisan bagusss. Gak tau siapa penulisnya.
—————

*Perlakukan Usia Senja Dengan Baik*

Musim berganti, tak terasa kita memasuki usia senja.

Sejak tangisan pertama waktu lahir ke dunia hingga rambut berubah putih, beban perjalanan hidup kita dipenuhi aneka pengalaman duka & suka,  pahit & manis, naik & turun. Selanjutnya, bagaimana kita bisa berbahagia di usia senja bergantung pada kondisi fisik & mental kita.

Kebanggaan & kekecewaan hidup sudah ada di belakang kita. Dan sekarang kita melanjutkan hidup keseharian dengan segala rutinitasnya.

Jika kita pernah memimpikan kemewahan hidup dunia, kini kita menyadari bahwa kehidupan terindah & paling berbahagia adalah memiliki pikiran yang tenang & hati yang tentram.

Tak perlu bingung menunggu kunjungan anak cucu. Mereka memiliki kehidupan pribadi yg harus diurus. Mereka seperti gasing yang tak berhenti berputar. Terjepit antara orang tua & anak2. Yang tua seperti matahari senja, yang muda bak matahari pagi. Dan tentu saja yg muda lebih mendapatkan banyak perhatian. Itu sudah hukum alam. Itulah siklus perjuangan hidup anak manusia yang tak seorangpun bisa menyangkalnya. Ingatlah bahwa anak2 kita selalu lebih sibuk daripada kita.

Dalam hidup entah sebagai suami & istri, atau orangtua & anak. Entah harmonis & intim atau tidak. Masing2 unik & memiliki hidupnya sendiri. Karena itu kita harus belajar mengatasi kesepian dengan menemukan cara menghibur & menyemangati diri sendiri ketika merasa sendirian.

Dalam mencapai usia senja, kita memiliki harga diri & kemurahan seperti siklus 4 musim. Masing2 memiliki keindahan & kebaikannya sendiri. Tersenyum & nikmatilah tiap fase kehidupan.

***
Usia senja adalah awal fase hidup yg baik. Tenang, damai, tidak terburu-buru & sukacita. Kita harus mempertahankan damai sejahtera, tidak terlalu menuntut, lebih legowo & pemaaf. Jangan terlalu GR jika diperhatikan ataupun diacuhkan. Tetap tinggal atau berangkat pergi tidak masalah. Tetaplah tersenyum ketika menyambut hari yg baru & berlakulah baik pada diri sendiri.
***

Jujur & tulus membuat persahabatan langgeng. Jangan mengharapkan balas budi atas apa yg diberikan pada orang lain. Membahagiakan orang adalah prestasi hidup yg besar bukan?

Salam Sehat, Sukses, Damai, Bahagia dan Sejahtera.

Thursday, April 28, 2022

GROWING OLD

*Saya memilih "Growing old" not "Getting old"*

Tulisan dari seorang teman yang bagus sekali.
Ijin sharing ya 🙏🏻😃

*Getting old or Growing old ?*
Menjadi tua atau bertambah tua?

Ketika suatu hari terdapat diskusi hangat antara saya dengan istri. Pada momen itu saya menunjukkan perasaan bahwa saya tersinggung. Istri saya kemudian berkata: “ Sekarang koq mudah tersinggung ya? Itu gejala getting old lho.” Saya kemudian diam sejenak. 
*Cepat tersinggung, marah, kecewa dengan perlakuan orang yang dirasakan kurang menghormati, mau dihargai, tidak mudah lagi bercanda, semua perkara menjadi sangat serius, ini ternyata adalah gejala getting old.*

*Getting Old* adalah istilah untuk mengatakan bahwa seseorang bertambah tua. Oleh karena itu setiap orang pasti bertambah tua. Getting Old adalah keniscayaan. Banyak orang yang getting old tanpa growing old.

*Growing old* adalah menjadi semakin matang mengelola emosi, bijaksana dan siap hidup sendiri, banyak kesibukan yang produktif dengan waktu yang dimiliki, pengalaman dan  tindakan yang dapat dipertanggung jawabkan sendiri.

*Getting old* ternyata sangat berbeda dengan growing old. Setiap orang tanpa berbuat apa-apa pasti akan getting old, tapi untuk growing old ternyata perlu mempersiapkan diri menghadapi kenyataan sesuai usia untuk lebih bijaksana menghadapi kehidupan.

*G r o w i n g  Old*– perlu pengelolaan emosi, persiapan yang sangat serius dan menyadari perilaku sesuai dengan usia baik cara berfikir maupun kemampuan fisik. Growing old berbeda dengan kekanak- kanakan yaitu seperti merengek, tidak bertanggung jawab, tidak ada komitmen, hanya maunya sendiri. Growing old menanggapi tantangan dengan tabah dan tenang, memberikan yang terbaik sesuai kemampuan dengan ikhlas, kebesaran jiwa serta siap membantu yang tentunya lebih bijak. 

*G e t t i n g   O l d*
membiarkan waktu berlalu, menyesali masa kini dan selalu menyanyikan kidung _“Yesterday – I am not half the man I used to be”_ seperti lantunan the Beatles, glorifikasi masa lalu, dulu saya begini, dulu saya begitu – sekarang hanya lagu. Ini gejala getting old, *menggurui, meremehkan orang, mudah tersinggung.*
Ini rupanya gejala yang dicurigai oleh istri saya hinggap pada diri saya. 

Menanggapi sinyalemen istri, saya pun mulai berbenah dan memutuskan untuk *growing old*. Nasehat growing old bukan untuk melemahkan semangat dan menerima nasib. Sebaliknya, bangun dan tetap tegak, _grow old, menjadi lebih bijak bukan hanya _getting old_ – menjadi tua. *Sangat tragis kalau menjadi tua tanpa lebih bijak.* Boleh setuju boleh tidak. 

Tua bukan berarti sakit dan berpenyakitan. 
Nikmati hidup dengan fikiran dan fisik yang sehat. 
Tetap aktif dan buat diri berguna, baik di rumah tangga, di keluarga kecil keluarga besar, di lingkungan, mudah”an bisa sampai lingkungan yg lebih besar lagi,
bermanfaat tidak harus secara materi, bisa tenaga, pikiran, ilmu, nasihat, kasih, perhatian, dll 🙏

Stay safe dan take care
Jangan lupa bahagia 😁🙏

Tuesday, April 26, 2022

CEK MAKANAN DI FRIZER

*Harus ada KOIN di dalam FREEZER sebelum anda meninggalkan rumah dalam waktu yang cukup lama:*

Kita tidak pernah tahu apa yang terjadi di dalam lemari es selama kita pergi.
*Jika anda berencana pergi berlibur dan meninggalkan persediaan makanan di lemari es,* maka informasi ini sangatlah penting! Ini adalah trik sederhana untuk memastikan apakah makanan yang anda simpan itu masih layak dikonsumsi setelah pulang atau tidak.
Karena ada satu hal kecil yang jarang diperhatikan orang. 

Kadang saat kita bepergian, *listrik di rumah padam dalam wakru yang cukup lama*, yang menyebabkan suhu makanan yang disimpan di lemari es tidak terkontrol dan kondisinya membusuk.

Nah, untuk memastikan apakah makanan tetap membeku selama anda pergi, lakukan trik sederhana ini sebelum meninggalkan rumah: 

*Masukkan segelas air putih ke dalam freezer. 
Setelah air membeku, letakkan koin di atasnya* dan biarkan tetap di dalam freezer.
Setelah anda pulang dari berlibur, lihat kembali kondisi koin tsb. 

*Jika koin berada di dasar gelas,* maka anda harus segera membuang semua persediaan makanan di dalam lemari es. 
Ini karena listrik di rumah anda pernah padam untuk waktu yang lama sehingga menyebabkan suhu makanan naik kemudian turun lagi setelah listrik kembali normal.

*Jika koin tetap berada di atas*, itu artinya tidak pernah terjadi pemadaman listrik dan kualitas makanan tetap sebaik sebelum anda pergi. 

*Dan jika koin berada di tengah gelas,* berarti listrik pernah padam sementara dan sebagian makanan mungkin masih segar.
Dalam hal apapun, jika anda tidak yakin apakah makanan-2 tsb masih aman atau tidak, jangan dimakan.

*Semoga bermanfaat* 👍🏼👍🏼

SEJARAH KETUPAT

SEJARAH KETUPAT

Adalah Sunan Kalijaga yang pertama kali memperkenalkan pada masyarakat Jawa. 

Sunan Kalijaga membudayakan 2 kali BAKDA, yaitu bakda Lebaran dan bakda Kupat yang dimulai seminggu sesudah Lebaran.

Arti Kata Ketupat.

Dalam filosofi Jawa, ketupat memiliki makna khusus. Ketupat atau KUPAT merupakan kependekan dari Ngaku Lepat dan Laku Papat.
Ngaku lepat artinya mengakui kesalahan.
Laku papat artinya empat tindakan.

Ngaku Lepat.

Tradisi sungkeman menjadi implementasi ngaku lepat (mengakui kesalahan) bagi orang jawa.
Sungkeman mengajarkan pentingnya menghormati orang tua, bersikap rendah hati, memohon keikhlasan dan ampunan dari orang lain.

Laku Papat.

1. Lebaran.
2. Luberan.
3. Leburan.
4. Laburan.

Lebaran.
Sudah usai, menandakan berakhirnya waktu puasa. 

Luberan.
Meluber atau melimpah, ajakan bersedekah untuk kaum miskin.
Pengeluaran zakat fitrah.

Leburan.
Sudah habis dan lebur. Maksudnya dosa dan kesalahan akan melebur habis karena setiap umat islam dituntut untuk saling memaafkan satu sama lain.

Laburan.
Berasal dari kata labur, dengan kapur yang biasa digunakan untuk penjernih air maupun pemutih dinding.
Maksudnya supaya manusia selalu menjaga kesucian lahir dan batinnya.

FILOSOFI KUPAT - LEPET

KUPAT
Kenapa mesti dibungkus janur? 
Janur, diambil dari bahasa Arab " Ja'a nur " (telah datang cahaya ). 
Bentuk fisik kupat yang segi empat ibarat hati manusia.
Saat orang sudah mengakui kesalahannya maka hatinya seperti kupat yang dibelah, pasti isinya putih bersih, hati yang tanpa iri dan dengki.
Kenapa? karena hatinya sudah dibungkus cahaya (ja'a nur). 

LEPET
Lepet = silep kang rapet.
Mangga dipun silep ingkang rapet, mari kita kubur/tutup yang rapat.
Jadi setelah ngaku lepat, meminta maaf, menutup kesalahan yang sudah dimaafkan, jangan diulang lagi, agar persaudaraan semakin erat seperti lengketnya ketan dalam lepet.

Betapa besar peran para wali dalam memperkenalkan agama Islam. Umat muslim sudah seharusnya memuliakan budaya atau ajaran yang telah disampaikan para wali di Indonesia ini.

Wednesday, April 20, 2022

JER BASUKI MAWA BEA


Jer basuki mawa beya merupakan salah satu filosofi dalam Bahasa Jawa. Pepatah ini seringkali dijadikan semboyan atau motto oleh masyarakat Jawa, khususnya penduduk di provinsi Jawa Timur.

Ungkapan jer basuki mawa beya memiliki arti “semua keberhasilan membutuhkan biaya”. Jika dijabarkan satu per satu, pepatah tersebut dapat diartikan sebagai berikut:

  • Jer: memang

  • Basuki: selamat, berhasil, bahagia

  • Mawa: memakai, membutuhkan, memerlukan

  • Beya: biaya, dana

Pepatah jer basuki mawa beya sebenarnya tak fokus membicarakan materi. Ungkapan kuno ini justru membahas tentang perjuangan dan pengorbanan untuk meraih tujuan atau cita-cita.

Biaya yang dibicarakan dalam pepatah ini tak hanya mengacu kepada uang. Biaya tersebut dapat berupa kerja keras, pengorbanan, waktu, pikiran, hingga perjuangan.

Dengan kata lain, pepatah ini menjelaskan bahwa dibutuhkan kerja keras dan pengorbanan sebagai harga dari kesuksesan. Tanpa pengorbanan, kita tidak akan bisa meraih tujuan yang diinginkan.

Pepatah ini dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya ketika sedang menghadapi tantangan. Ungkapan ini mengingatkan bahwa tantangan yang dialami adalah hal yang biasa. Sebab, tantangan tersebut adalah harga yang harus dibayar untuk meraih keberhasilan.

Oleh karena itu, setiap tantangan yang datang harus disyukuri dan dihadapi dengan ikhlas. Karena, tantangan tersebut akan membawa kita kepada kesuksesan.

Saturday, April 9, 2022

JANGANLAH BERFIKIR DAN BERPRASANGKA NEGATIP


*Berpikir* dan *Berprasangka* _Negatif_ sangat tidak baik *KESEHATAN*. Sebab....

1. *MARAH* selama _5 menit_ akan menyebabkan *sistem imun* tubuh kita _mengalami_ *depresi* selama _6 jam_.

2. Memelihara *DENDAM* & menyimpan *KEPAHITAN* akan menyebabkan *imun tubuh* _mati_.. Dari situlah bermula segala _penyakit_, seperti *STRESS, KOLESTEROL, HIPERTENSI*, serangan *JANTUNG, RHEMATIK*, *ARTHRITIS, STROKE* ( _perdarahan / penyumbatan pembuluh darah_ ).

3. *STRESS*, Jika kita sering _membiarkan_ diri kita *STRESS,* maka kita akan sering mengalami gangguan *PENCERNAAN*..

4. *KHAWATIR*, Jika sering _merasa_ *KHAWATIR,* maka akan mudah _terkena_ penyakit *NYERI PUNGGUNG*... 

5. Jika mudah *TERSINGGUNG,* maka akan _cenderung_ terkena penyakit *INSOMNIA* ( _susah tidur_ )....

6. *BINGUNG*, Jika sering mengalami *KEBINGUNGAN*, kita akan terkena Gangguan *TULANG BELAKANG* bagian *BAWAH*....

7. *KETAKUTAN*, Jika sering membiarkan diri kita merasa *TAKUT* yang *BERLEBIHAN*, akan mudah _terkena_ penyakit *GINJAL*...

8. *NEGATIVE THINGKING*, Jika suka _berpikiran_ terlalu *NEGATIVE*, akan mudah terkena *DYSPEPSIA* ( _penyakit sulit mencerna_ )...

9. *EMOSI*, Jika mudah *EMOSI* & cenderung *PEMARAH,* maka _rentan_ terhadap penyakit *HEPATITIS*...

_"Kenapa bisa demikian?"_

Karena *80%* orang” yang *sakit* ternyata berawal dari *EMOSI* yang _tidak terkendalikan_.

Maka jika kita ingin *HIDUP SEHAT*
Mulailah dengan *menguasai* penuh _diri_ dan _emosi_ kita

Sumber : *The Healing & Discovering the Power of the Water* 
( _by : Dr. Masaru Emoto_ )