Friday, August 21, 2026

ANAK BELAJAR DARI KELEMBUTAN ORANG TUA

Anak Belajar Kelembutan dari Orang Tuanya

Nabi Muhammad SAW adalah teladan dalam kelembutan. Beliau memperlakukan anak-anak dengan penuh kasih sayang dan tidak menjadikan kekerasan sebagai cara utama dalam mendidik. Sikap tersebut mengajarkan bahwa hati anak perlu dibimbing, bukan hanya diperintah.

Ketika anak melakukan kesalahan, orang tua tetap boleh tegas. Namun, ketegasan tidak harus disertai bentakan atau penghinaan. Jelaskan kesalahannya dengan bahasa yang sederhana dan berikan kesempatan kepada anak untuk memperbaikinya. Anak akan lebih mudah menerima nasihat ketika merasa dihargai.

Kelembutan juga dapat terlihat dari cara kita mendengarkan cerita anak, menghargai pertanyaan mereka, dan memberikan perhatian ketika mereka membutuhkan. Jangan sampai anak merasa hanya dicari ketika melakukan kesalahan. Mereka juga membutuhkan apresiasi ketika melakukan kebaikan.

Mari meneladani kelembutan Rasulullah SAW dalam kehidupan keluarga. Tegurlah perilaku yang salah tanpa merendahkan anaknya. Semoga rumah kita menjadi tempat yang aman bagi anak untuk belajar, bertumbuh, memperbaiki kesalahan, dan mengenal indahnya kasih sayang dalam Islam.


Thursday, August 20, 2026

tarik danareksa

Kepada Yth. 
Sentra Investasi Danareksa Pondok Indah
Rukan Plaza 5 Pondok Indah No.C.05 
Jl. Margaguna Raya, Jakarta 12140, Indonesia 

Up : Bp Septio Eka Mardhani

Perihal : PERMOHONAN PEMINDAHBUKUAN / TRANSFER 

Dengan hormat, 
Sehubungan dengan dana kami yang terdapat pada Rekening Cash Account, maka 
mohon dapat dipindahbukukan / ditransfer dari : 

Rekening A/n : Sudjendro
Kode Nasabah : 220519
Sejumlah : Rp.1.000.000,-
Saldo Sebelum Penarikan : Rp.8.000.000,-
Tanggal Valuta : 02/08/2020
No HP : 0811 900 288

Kepada 
Rekening A/n : Sudjendro
No. Rekening : 102 009 9546 308
Bank : Bank Mandiri
Cabang : Jakarta Pusat Kehutanan
Kota : Jakarta

Demikian permohonan ini disampaikan untuk dapat dijalankan sesuai dengan kebijakan 
dan prosedur yang berlaku, dan segala biaya yang timbul untuk melaksanakan perintah 
ini agar dibebankan kepada rekening Cash Account kami.

Hormat kami, 

(Sudjendro)

Mengetahui, 
Verikator Paraf Tanggal 
AE / ME 
Adm / Control 
SID 
 
( )* ( )* 
 Nasabah Branch Manager 
Ket.: *Tanda tangan dan nama jelas

EMBUN PAGI

 Embun Pagi


Mereka tidak pernah tahu, seberapa besar rasa sakit dan sepi yang telah kau telan untuk bisa sampai ketitik ini. Mereka pun tidak pernah tahu, seberapa banyak yang telah kau tinggalkan untuk bisa melangkah dijalan hijrah ini. Tak mengapa mereka memandang kamu sebelah mata, asalkan Allah memelukmu sepenuh rasa ...

Semangat beraktifitas, 

Raih yang halal tinggalkan yang haram. Semoga kita semua selalu dalam keadaan sehat dan bersyukur. serta Istiqomah dalam ketaatan, Aamiin Yaa Rabbal Aalamiin.

MAKNA MERDEKA

Dalam Islam, kemerdekaan (al-hurriyah) jauh lebih luas dari sekadar bebas dari penjajahan fisik. Kemerdekaan hakiki adalah pembebasan manusia dari segala bentuk penghambaan kepada sesama makhluk, hawa nafsu, dan dunia, agar ia tunduk dan taat sepenuhnya hanya kepada Allah SWT. 

Tuesday, August 18, 2026

PROYEK TERAKHIR SEORANG PENSIUNAN

PROYEK TERAKHIR SEORANG PENSIUNAN


Namanya Pak Hasan. Usianya tujuh puluh tahun. Rambutnya telah memutih, langkahnya mulai pelan, dan tangannya tidak lagi sekuat dahulu.

Sepanjang hidupnya, ia dikenal sebagai seorang pekerja keras. Puluhan tahun ia habiskan untuk menyelesaikan proyek demi proyek. Ia pernah membangun gedung-gedung tinggi, jembatan yang menghubungkan dua daerah, jalan raya yang membelah perbukitan, dan berbagai pekerjaan besar lainnya.


Ketika orang melewati bangunan megah hasil kerjanya, mereka berdecak kagum.

_"Itu proyek Pak Hasan."_


Ketika melihat jalan yang mulus dan kokoh, orang berkata,

_"Beliau yang dulu memimpinnya."_


Namun setiap kali mendengar pujian itu, Pak Hasan hanya tersenyum tipis.

Karena jauh di dalam hatinya, ada satu pertanyaan yang mulai sering datang ketika usia semakin menua:

_"Aku telah menyelesaikan begitu banyak proyek dunia. Tetapi bagaimana dengan proyek untuk akhiratku?"_


Suatu sore setelah pensiun, ia duduk di teras rumah sambil memandang matahari yang mulai tenggelam.

Tiba-tiba terdengar adzan Maghrib.

Suara itu terasa berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Dahulu adzan sering terdengar di sela-sela kesibukan rapat, perjalanan dinas, dan target pekerjaan.

Kini tidak ada lagi alasan untuk menundanya.

Pak Hasan berdiri perlahan.

Matanya berkaca-kaca.

_"Aku sudah menyelesaikan banyak pekerjaan manusia. Sekarang saatnya menyelesaikan urusanku dengan Allah."_


Sejak hari itu hidupnya berubah.

Ia mulai menyusun "proyek" baru.

Bukan proyek gedung.

Bukan proyek jalan raya.

Bukan proyek bisnis.

Tetapi proyek-proyek akhirat.


Di sebuah buku kecil ia menulis:

*Proyek pertama:* menjaga shalat berjamaah.


*Proyek kedua:* mengkhatamkan Al-Qur'an berkali-kali sebelum wafat.


*Proyek ketiga:* memperbanyak sedekah yang terus mengalir.


*Proyek keempat:* memperbaiki akhlak dan memperbanyak istighfar.


*Proyek kelima:* mempersiapkan bekal menuju kubur.

Ia tersenyum melihat daftar itu.


Inilah proyek terbesar yang sedang dan akan  ia kerjakan yang tidak akan pernah habis, sampai ajal menjemputnya.


Hari-hari berlalu.

Orang-orang heran melihat perubahan Pak Hasan.

Pagi hari ia berada di masjid.

Siang hari ia membaca Al-Qur'an.

Sore hari ia mengajar anak-anak mengaji.

Malam hari ia bangun untuk shalat tahajjud.


Suatu ketika seorang teman lamanya bertanya,

_"Pak Hasan, bukankah masa pensiun itu saatnya menikmati hidup?"_


Pak Hasan tersenyum.

_"Aku sedang menikmati hidup."_


_"Tapi kau tidak lagi mengejar dunia."_


Pak Hasan menatap sahabatnya dengan lembut.

_"Dunia yang selama ini aku kejar perlahan sedang meninggalkanku. Mengapa aku harus terus mengejarnya? Sekarang aku ingin mengejar sesuatu yang akan menemaniku setelah mati."_

Temannya terdiam.


Suatu malam setelah tahajjud, Pak Hasan membaca firman Allah:


﴿وَابْتَغِ فِيمَا آتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الْآخِرَةَ﴾

_"Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu negeri akhirat."_

(QS. Al-Qashash: 77)


Air matanya jatuh membasahi mushaf.

Ia sadar bahwa seluruh proyek dunia yang pernah dibangunnya suatu hari akan rusak.

Gedung akan lapuk.

Jalan akan retak.

Jembatan akan menua.

Namanya pun mungkin akan dilupakan.

Tetapi satu rakaat shalat yang ikhlas tidak akan hilang.

Satu ayat Al-Qur'an yang dibaca tidak akan sia-sia.

Satu sedekah yang diberikan karena Allah akan tetap tersimpan.

Beberapa tahun kemudian, kesehatan Pak Hasan mulai menurun.


Suatu hari ia berkata kepada anak-anaknya,

_"Dulu Ayah membangun banyak bangunan. Sekarang Ayah sedang menyelesaikan proyek terakhir."_


_"Apa itu, Yah?"_


Pak Hasan tersenyum.

_"Membangun rumah di surga dengan amal saleh."_


Anak-anaknya menangis.

Mereka melihat wajah ayah mereka begitu tenang.

Seakan-akan ia sedang menunggu hasil dari proyek terbesarnya.

Tidak lama kemudian, Pak Hasan dipanggil menghadap Allah.

Masjid tempat ia sering shalat dipenuhi pelayat.

Banyak yang datang.

Ada yang mengenangnya sebagai insinyur.

Ada yang mengenangnya sebagai pemimpin proyek.

Namun lebih banyak lagi yang mengenangnya sebagai lelaki tua yang selalu berada di saf pertama.

Sebagai guru mengaji.

Sebagai ahli sedekah.

Sebagai orang yang lisannya basah dengan dzikir.

Dan mungkin, ketika seluruh proyek dunia telah tertinggal jauh di belakang, yang menyambutnya di alam sana bukanlah gedung-gedung yang pernah ia bangun.

Melainkan amal-amal yang dahulu ia kerjakan dengan ikhlas karena Allah.

Karena pada akhirnya, proyek terbesar dalam hidup manusia bukanlah apa yang berhasil ia bangun di bumi.

Tetapi apa yang berhasil ia persiapkan untuk kehidupan setelah kematian.


_"Apabila anak Adam meninggal dunia, terputuslah amalnya kecuali tiga: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendo'akannya."_

(HR. Muslim)


Semoga Allah menjadikan masa tua kita sebagai masa terbaik dalam kehidupan, dan menjadikan akhir amal kita sebagai amal yang paling dicintai-Nya. 

Aamiin Yaa Rabbal'Aalamiin.. 💕

CONTOH MERESPON UCAPAN ULANG TAHUN

CONTOH MERESPON UCAPAN SELAMAT ULANG TAHUN DARI TEMAN2 KITA


Assalamualaikum wr.wb

Kepada teman-temanku SMA N 1 Teladan Yogyakarta angkatan '70 (Mohon maaf tidak saya sebutkan namanya satu persatu) , Terima kasih yang sebesar-besarnya saya ucapkan atas ucapan selamat disertai doa pada hari ulang tahun saya hari ini. Semoga Allah SWT mengabulkan doa kita semua. Aamiin Y.R.A

UKURAN SUKSES SESEORANG

 UKURAN SUKSES SESEORANG ADALAH:

*@ Pada umur 4 tahun . . .* _Sukses adalah kalau kita tdk ngo mpol di celana;_ 

*@ Pada umur 7 tahun . . .* _Sukses adalah kalau kita tahu jalan pulang ke rumah;_ 

*@ Pada umur 12 tahun . . .* _Sukses adalah kalau kita punya banyak teman;_ 

*@ Pada umur 17 tahun . . .* _Sukses adalah kalau kita bisa mendapatkan KTP dan SIM;_ 

*@ Pada umur 23 tahun . . .* _Sukses adalah kalau kita lulus Perguruan Tinggi;_ 

*@ Pada umur 25 tahun . . .* _Sukses adalah kalau kita sudah dapat pekerjaan;_ 

*@ Pada umur 30 tahun . . .* _Sukses adalah kalau kita berhasil membangun Keluarga;_ 

*@ Pada umur 35 tahun . . .* _Sukses adalah kalau kita sudah bisa hidup mapan;_ 

*@ Pada umur 50 tahun . . .* _Sukses adalah kalau kita mampu menjaga kelihatan awet muda;_ 

*@ Pada umur 55 tahun . . .* _Sukses adalah kalau didikan kita thd anak membuahkan hasil;_ 

*@ Pada umur 60 tahun . . .* _Sukses adalah kalau kita masih mampu mengendarai atau mengemudikan kendaraan;_ 

*@ Pada umur 65 tahun . . .* _Sukses adalah kalau kita hidup tanpa mengidap penyakit;_ 

*@ Pada umur 70 tahun . . .* _Sukses adalah kalau kita merasa tidak menjadi beban;_

*@ Pada umur 75 tahun . . .* _Sukses adalah kalau kita masih punya banyak teman;_ 

*@ Pada umur 80 tahun . . .* _Sukses adalah kalau kita masih tahu jalan pulang ke rumah.;_

*@ Pada umur 85 tahun . . .* _Sukses adalah kalau kita tidak ngompol di celana._ *LHOO ... KOK BALIK LAGI YAA. . . ???* _(it's so natural, so..... enjoy our life cycle!!)_ 👆👍😀👍👆 *Sekarang saatnya : sukses kalau Anda bersedia membagikan tulisan ini ke sahabat2 sebagai pengingat akan kehidupan*...