Friday, May 8, 2020

PUISI MENYAINGI MATAHARI

Ku kalahkan kau dengan semangat berkobar

Berkompetisi meski tanpa pendaftaran perlombaan

Kita rival dalam kenyataan sesungguhnya berteman

Merangkai mimpi sembunyi tersimpan

Angin pun tak kuijinkan mencuri dengar.

Setiap hati pahatan mimpi terus menebal

Deras peluh adalah sorakan dukungan

Deru tepuk tangan nyata dalam bentuk keperihan

Ku kalahkan kau tanpa ampun dan belas kasihan

Pagiku lebih awal dari matamu yang terbuka

Dan aku belum akan lelah saat kau berhenti bersinar

Membiarkanmu terlelap damai malam adalah perputaran rodaku melaju bebas

Kencang melesat, kau kini tertinggal jauh

Untuk mu

Akan aku kalahkan

Matahari sinarmu akan aku redupkan


No comments:

Post a Comment