Friday, August 14, 2020

Prostat

Assalamualaikum wr wb. 

Sobat2ku yang inyaAllah dirahmati Allah swt.

Jumpa lagi di Jendro Channel yang pada kesempatan ini aku ingin berbagi tentang pengalamanku sendiri sebagai penderita gangguan prostat.

Awal mulanya susah buang air kecil, tidak lancar, merasa tidak tuntas usai kencing. Pada suatu saat aku betul2 tidak dapat buang air kecil dan merasa sakit sekali di saluran air seniku. Untuk mengatasinya, aku harus dipasang kateter untuk mengeluarkan air seniku. Kateter dipasang  selama 2 hari, dan diberi obat harnal 0,4 mg. Setelah tindakan tsb. setiap buang air kecil lancar kembali tapi masih tetap minum obat harnal sehari sekali sebelum tidur. Obat ini harus saya minum rutin yg  sampai saat ini sudah berlangsung selama -/+ 1 tahun.

Belum lama ini aku mengeluh tidak bisa kencing lagi alias kambuh dan di pasang kateter lagi untuk yang kedua kalinya dan tetap dilanjutkan minum obat harnal setiap malam. Ternyata pancaran air seniku saat ini hanya pada angka 13/s yg seharusnya 15/s dan volumenya hanya angka 50/s yang seharusnya 100/s. Dokterku tidak mengisyaratkan untuk operasi tetapi rawat jalan saja kontrol sebulan sekali dengan diberi obat harnal. 

Berdasarkan diagnose aku menderita Benign prostatic hyperplasia (BPH).

Karena keingin tahuanku tentang prostat, aku melakukan googling. 

Dan ternyata gangguan prostat merupakan satu di antara beberapa penyakit yang cukup umum dialami oleh pria. Biasanya gangguan prostat menyerang pria yang berusia di atas 50 tahun. Sedangkan usiaku saat ini sudah 67 tahun.

Prostat adalah kelenjar pada sistem reproduksi pria yang membungkus saluran kemih (uretra). Kelenjar prostat berfungsi mengeluarkan cairan yang menyuburkan dan melindungi sperma. Ukuran prostat normalnya sebesar biji kenari dan akan semakin besar seiring bertambahnya usia. Jika prostat terlalu besar atau mengalami masalah, maka dapat menimbulkan gangguan kesehatan.

Secara umum, terdapat tiga jenis gangguan prostat yang dapat menyerang pria, yaitu:

Benign prostatic hyperplasia (BPH)
BPH atau yang biasa dikenal dengan pembesaran prostat jinak terjadi ketika kelenjar prostat membesar, sehingga saluran kemih akan menyempitKondisi ini dapat menyebabkan otot kandung kemih menebalLambat laun, dinding kandung kemih akan melemah dan mengalami kesulitan untuk mengeluarkan urine dari kandung kemih.

Beberapa gejala yang muncul akibat pembesaran prostat jinak (BPH), antara lain:
1. Susah buang air kecil.
2. Aliran urine yang lemah dan tersendat-sendat.
3. Merasa tidak tuntas usai buang air kecil.
4. Merasa sering ingin buang air kecil di malam hari.

BPH umumnya terjadi seiring bertambahnya usia. Belum ada yang mengetahui secara pasti penyebab pembesaran prostat jinak. Namun, kondisi ini diperkirakan terjadi karena adanya perubahan pada kadar hormon seksual akibat proses penuaan.

Prostatitis
Prostatid merupakan peradangan atau pembengkakan pada kelenjar prostat. Prostatitis lebih sering terjadi pada pria yang berusia lebih muda, antara 30-50 tahun. Prostatitis biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri, yang bisa berasal dari infeksi saluran kemih atau dari penyakit menular seksual. Namun pada beberapa kasus, penyebab prostatitis tidak dapat diketahui dengan pasti.

Kanker prostat
Kanker prostat adalah pertumbuhan sel secara abnormal pada kelenjar prostat. Hingga kini, penyebab munculnya kanker prostat masih belum diketahui. Tapi terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terkena kanker prostat, yaitu faktor usia, riwayat keluarga, dan obesitas.

Untuk lebih jelasnya kita simak penjelasanberikut ini.

Sobat2ku sekalian, mari kita simak penjelasan dokter berikut ini...



No comments:

Post a Comment